- Agresif. Sikap ini biasanya ditujukan anak kepada pelaku tindak kekerasan. Umumnya ditunjukkan saat anak merasa ada orang yang bisa melindungi dirinya. Saat orang yang dianggap bisa melindunginya itu ada di rumah, anak langsung memukul atau melakukan tindakan agresif terhadap si pengasuh.
- Peringatan : Tidak semua sikap agresif anak muncul karena telah mengalami tindak kekerasan.
- Murung atau depresi. Kekerasan mampu membuat anak berubah drastis, seperti menjadi anak yang memiliki gangguan tidur dan makan, bahkan bisa disertai dengan penurunan berat badan. Anak juga bisa menarik diri dari lingkungan yang menjadi sumber trauma. Ia menjadi anak pemurung, pendiam dan terlihat kurang ekspresif.
- Mudah menangis. Sikap ini ditunjukkan karena anak merasa tidak aman dengan lingkungannya. Karena ia kehilangan figur yang bisa melindunginya. Kemungkinan besar, anak menjadi sulit percaya dengan orang lain.
- Melakukan tindak kekerasan pada orang lain. Semua ini anak dapat karena ia melihat bagaimana orang dewasa memperlakukannya dulu. Ia belajar dari pengalamnnya kemudian bereaksi sesuai yang ia pelajari.
- Secara kognitif anak bisa mengalami penurunan. Akibat dari penekanan kekerasan psikologisnya atau bila anak mengalami kekerasan fisik yang mengenai bagian kepala, hal ini malahbisa mengganggu fungsi otaknya.
Jumat, 06 Desember 2013
STOP KEKERASAN PADA ANAK ! ! !
Sudah banyak masalah yang terkait Hak Asasi Manusia di Indonesia, hampir tiap hari muncul berita tentang Penyelewengan HAM, seperti kasus KDRT, dan yang paling marak setiap tahunnya adalah kasus kekerasan terhadap anak, tidak jarang orang tua menyiksa anak kandungnya sendiri, padahal kekerasan pada anak akan menimbulkan luka psikologis yang berkepanjangan. Berikut adalah ciri-ciri anak korban kekerasan :
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar