Halaman

Kamis, 26 Desember 2013

Ajang Miss World 2013 di Indonesia


Apakah anda tahu tujuan diadakannya Miss World? 

Bagaimana pendapat anda tentang terselenggaranya Miss World 2013 di Indonesia?

Dan tahukah anda dampak positif dan negatif yang di timbulkan dari penyelenggaraan acara tersebut? 

Tiga pertanyaan diatas merupakan trending topic di tahun 2013 ini, mengingat Negara Indonesia merupakan Negara demokrasi, maka setiap warga Negara berhak untuk mengemukakan pendapatnya, banyak asumsi tentang penyelenggaraan acara tersebut, terbukti bahwa tidak sedikit yang pro dan banyak sekali yang kontra. Sebelumnya, perlu kita tahu sedikit akan sejarah diadakannya Miss World itu sendiri.

Miss World adalah kontes kecantikan internasional yang diprakarsai oleh Eric Morley pada tahun 1951 dan pertama kali diadakan di Inggris. Kontes ini menjadi acara tahunan di kalangan Internasional. Awalnya Miss World dimulai sebagai Festival kontes bikini, untuk menghormati pakaian renang yang baru diperkenalkan pada saat itu, Pertentangan terhadap penggunaan bikini mengakibatkan pergantian bikini dengan baju renang yang lebih sopan setelah kontes pertama. Dan sampai saat ini sejak diluncurkan pada tahun 1951, Organisasi Miss World telah mengumpulkan lebih dari £ 250 juta untuk badan amal anak-anak. Disamping meningkatkan jutaan pound untuk amal di seluruh dunia di bawah bendera programnya Beauty With a Purpose (Kecantikan dengan Tujuan), Miss World juga dikreditkan dengan secara langsung mempengaruhi peningkatan dramatis dalam pariwisata di Sanya, Cina, kota tuan rumah dari final Miss World pada tahun 2003, 2004, 2005, 2007, dan  2010. Dan di tahun 2013 Miss World diikuti oleh 130 negara di dunia. Diselenggarakan pada tanggal 28 September 2013 di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC) 
Nusa Dua, Bali, Indonesia.

Munculnya pernyataan tersebut membuat Negara Indonesia bergejolak karena adanya pro dan kontra dikalangan masyarakat sampai kalangan pemerintah terutama di kalangan para alim dan ulama. Wajar saja, karena kita sebagai Negara yang mayoritas penduduknya beragama islam. Sebagian orang menyatakan bahwa: Sebagai umat Islam kami menolak acara tersebut karena menyalahi Islam dan kesopanan umum, janganlah menilai perempuan dari kemolekan fisik, penilaian semacam itu termasuk bentuk eksploitasi, pelecehan dan merendahkan harkat dan martabat perempuan. Terlepas dari busana yang dikenakannya, menutup aurat atau tidak, kontes Miss World itu tetap salah karena dengan terang-terangan mengeksploitasi wanita. Wanita bukanlah hewan, bukan tanaman dan bukan pula barang tambang yang kita boleh mengeksploitasinya untuk kemaslahatan umat manusia. Sama dengan pria dan anak-anak, wanita adalah juga subjek yang berhak untuk mengeksploitasi dunia dan segala isinya ini, bukan malah menjadi objek yang dieksploitasi itu sendiri.

Majelis Ulama Indonesi (MUI) juga secara resmi menyatakan menolak penyelenggaraan kontes kecantikan tersebut karena dinilai melecehkan perempuan lantaran melakukan penilaian berdasarkan kemolekan tubuh dan wajah cantik wanita semata.
Pendapat dari beberapa Petisi, karena Miss World adalah Peradaban dan budaya asing ( barat ) yang sekuler dan liberal, ini jelas tidak sesuai dengan budaya local dan nilai-nilai pancasila terutama sila pertama.

Penyataan yang lain, dikutip dari dialog seorang kyai dan santrinya, Seorang santri berpendapat, "Bukankah mereka sudah tampil dengan sangat  sopan dan tidak melanggar etika dan norma budaya kita?"

"Namun masalah kontes Miss World ini adalah konsep dan cara pandang terhadap manusia dan martabatnya. Ini kontes tubuh manusia! Yang ikut kontes itu manusia; bukan anjing atau kucing. Kita orang Muslim punya cara pandang yang khas terhadap manusia. Seorang manusia disebut manusia karena akalnya, karena jiwanya. Kita memberikan nilai tinggi kepada manusia juga karena ketinggian iman, akhlak, dan amalnya. Kata Nabi saw: sebaik-baik manusia adalah yang memberikan kemanfaatan kepada manusia. Pada dasarnya, orang cantik, jelek, normal, cacat, itu kehendak Allah.  Itu bukan prestasi. Kecantikan itu anugerah dan sekaligus ujian dari Allah. Karena itu, tidak patut dilombakan! Jangan kamu buat, misalnya, kontes mulut termonyong, lomba bibir terlebar, dan sebagainya." Jawab seorang Kyai secara tegas terhadap santrinya.

Adapun seorang Aktivis Muda Muhammadiyah Mustofa B Nahrawardaya mengatakan demi melindungi umat Islam dari apa yang disebutnya 'Gempuran Budaya Bugil bernama Miss World 2013', ada baiknya Menteri Agama menggelar sidang darurat mirip sidang isbat secepatnya.

Namun kenyataannya dari semua paparan para penolak ajang Miss World 2013 tersebut hanyalah angin lalu, sempat dibatalkannya malam final Miss World 2013 di Sentul, Bogor, Jawa Barat oleh pemerintah. Nyatanya acara ini tetap berlanjut atas dukungan dari pihak MNC Group yang bersedia menanggung seluruh kegiatan Miss World 2013 hingga selesai. Gubernur bali juga  sangat mendukung atas terselenggaranya acara ini.

Dan faktanya, Miss World memang mendatangkan manfaat. Indonesia jadi lebih dikenal dunia. Peserta Miss World pun ikut mempromosikan budaya Indonesia  Sesuai dengan pernyatan seorang Kyai,“Orang seperti saya tak punya kuasa, Yang memaksakan itu yang punya uang, yang punya televisi”.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar