Halaman

Selasa, 29 Oktober 2013

DEMO mengundang DO


Mahasiswa,
menjadi seorang mahasiswa itu tidak mudah, karena mahasiswa memiliki sebuah tugas penting yang dikenal sebagai "Agent of Change" yaitu agen perubahan, dalam hal ini, mahasiswa dituntut untuk dapat merubah bangsa dan negara kearah yang lebih baik, sesuai dengan harkatnya sebagai calon penerus generasi bangsa, namun dalam prosesnya sangatlah berbeda. Mahasiswa sekarang dipandang sangat anarkis dan brutal.

Memang mahasiswa sekarang sangat kritis, tidak semena-mena mencerna apa yang ia dapat dan apa yang ia dengar, ia akan mengolahnya terlebih dahulu, merancang, membuktikan dan menganalisa setiap persoalan yang ia dapatkan. Sudah terbukti dalam persoalan demokrasi di Indonesia, mahasiswa lah yang mempunyai peran paling besar di dalamnya. Sehingga banyak kasus yang muncul yang melibatkan mahasiswa.

TIDAK HERAN. Aksi mereka menunjukkan ambisi, semangat dan perjuangan atas hak-hak yang mereka tuntut. Sebenarnya itu bagus, namun banyak orang memandang lain. Tidak bisa mengambil sisi positif atas apa yang terjadi. Seorang mahasiswa tidak akan ricuh dan anarkis apabila pendapat mereka dihargai dan omongan mereka di dengar. Kenyataannya TIDAK!!!

Dan apa yang mereka lakukan, menurut mereka sudah benar. Namun kenyataannya banyak mahasiswa yang di DO ( Drop Out ) karena ulahnya dalam proses demokrasi tersebut. Siapa sebenarnya yang salah dan siapa yang benar??

Negara kita ini negara yang demokrasi, tapi demokrasi dalam segi pandang seorang mahasiswa menjadi sebuah problem besar yang dapat mencekik leher mereka. Lantas dimanakah tempat mahasiswa dapat menuntut hak-haknya???

Tidak ada komentar:

Posting Komentar